Showing posts with label Niat. Show all posts
Showing posts with label Niat. Show all posts

Bacaan Niat Puasa Tasu’a dan Asyura (9 dan 10 Muharram)

Niat adalah salah satu rukun dalam sebuah perbuatan ibadah. Tanpa niat, maka suatu perbuatan tidak bernilai ibadah. Tak terkecuali  adalah ibadah puasa. Jika seseorang  hanya berhenti  makan dan minum sepanjang hari tapi tidak diniati untuk beribadah puasa, maka dia hanya mendapatkan rasa haus dan lapar saja.

Karena itu bagi anda yang akan menjalankan puasa pada hari ke 9 bulan Muharram (Tasu’a) dan hari ke 10 nya (Asyura), maka juga harus melakukan niat puasa Tasu’a dan puasa Asyura. Bagaimana bacaan niat puasa Tasu’a dan Asyura ini? Tenang, nanti saya akan tuliskan untuk anda, baik dalam bahasa Arab maupun bahasa Indonesia.

Bacaan Niat Puasa Tasu’a dan Asyura (9 dan 10 Muharram)


Pada dasarnya niat tempatnya adalah di dalam hati. Ini harus dipahami. Niat bukan ada di lisan. Tapi untuk mempermudah dan menuntun hati, maka lisan juga perlu mengucapkannya. Karena itulah perlu juga diajarkan bagaimana bacaan niat suatu ibadah, termasuk puasa Tasu’a dan Asyura ini.

Tentang keutamaan puasa tanggal 9 dan  10 Muharram sudah kami bahas pada tulisan sebelumnya. Anda bisa baca pada link berikut ini:

Fadhilah dan Keutamaan Puasa Tasu'a dan Asyura 

Dan inilah bacaan niat puasa Tasu’a 9 Muharram:

نَوَيْتُ الصَّوْمَ فِى يَوْمِ تَاسُوْعَاء سُنّةً لله تَعالَى
Bacaan Latinnya:

NAWAITUS SHOUMA FI YAUMI TASU’A SUNNTAN LILLAHI TA’ALA

Artinya:

Saya niat puasa Tasu’a sunat  karena Allalh Ta’ala

Sedangkan untuk bacaan niat puasa Asyura 10 Muharram adalah :

نَوَيْتُ الصَّوْمَ فِى يَوْمِ عَاشُوْرَاء سُنّةً لله تَعالَى
Bacaan latinnya:

NAWAITUS SHOUMA FI YAUMI ASYURA SUNNTAN LILLAHI TA’ALA

Artinya:

Saya niat puasa Asyura sunat  karena Allalh Ta’ala

Jika ada kemampuan dan kesempatan untuk melakukan puasa asyura dan tasu’a, marilah kita laksanakan,sebab pahalanya sangat besar. Dan belum tentu tahun depan kita bisa bertemu lagi dengan bulan Muharram.


Demikian bacaan lafadz niat puasa sunnah Tasu’a pada tanggal 9 Muharram dan juga puasa sunnah Asyura pada tanggal 10 Muharram, semoga kita diberi kekuatan untuk melaksanakannya. Semoga bermanfaat.
Read More »

Pengin Puasa di Bulan Rajab, Begini Niat Puasanya

Meski ada banyak kontrovesi sekitar puasa sunnah di bulan Rajab, namun yang pasti bahwa tidak ada larangan untuk mengerjakan puasa pada bulan Rajab ini.  Bulan Rajab adalah bulan ke 7 dari bulan Hijriah dalam Kalender Islam  yang  termasuk dalam bulan haram yang semuanya ada 4 bulan, yaitu Bulan Dzulqa’dah, Bulan Dzulhijjah, Bulan Muharram dan Bulan Rajab. Bulan Haram artinya bulan yang dimuliakan oleh Alloh Swt sehingga dibulan Rajab  ini Allah melarang untuk melakukan peperangan dan pertumpahan darah. Oleh karna itu kita  sebagai seorang muslim dianjurkan untuk semakin banyak melakukan ibadah saat masuk Bulan-bulan Haram, seperti lebih khusyu’ dalam mengerjakan Shalat Wajib, Shalat Sunah Malam, semakin banyak Berdzikir,  Berpuasa dan lain lain.

Pengin Puasa di Bulan Rajab, Begini Niat Puasanya


Untuk Puasa di Bulan Rajab sendiri  sangat dianjurkan karena Hukum Mengerjakan Puasa Rajab termasuk kedalam Puasa sunah, artinya siapa yang mengerjakannya  akan mendapatkan pahala besar dan bagi yang tidak mengerjakan juga tidak dapat dosa. Tetapi perlu kita ketahui bahwa Perintah Mengerjakan Puasa Rajab sendiri hanya boleh dikerjakan beberapa hari saja sebagai contoh di hari Senin atau Kamis karena pada dasarnya tidak ada Hadist Shahih yang memerintahkan Puasa di Bulan Rajab satu bulan penuh. Dalam sebuah riwayat Nabi Muhammad Saw bersabda yang berbunyi, ” Puasalah pd Bulan – Bulan Muharram atau Haram (Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad) ”.

Dalam hadis lain Rasulullah juga bersabda:” Seutama – utama puasa selain atau setelah Puasa Ramadhan ialah puasa yang dikerjakan di bulan2 Al Muharram ( Bulan Dzulqa’dah, Bulan Dzulhijjah, Bulan Muharram dan Bulan Rajab) ” Hadis riwayat Imam Muslim. Sehingga jika melihat Sabda Nabi Muhammad Saw pada Hadist Imam Muslim dan Abu Dawud diatas menjadikan Hukum Puasa Bulan Rajab itu sunnah atau sudah diperintahkan untuk dikerjakan karena Bulan Rajab termasuk kedalam salah satu Bulan Al Muharram, yaitu bulan yang dimuliakan oleh Alloh Swt, tetapi tidak ada Hadist yang memerintahkan untuk mengerjakan Puasa Rajab satu bulan penuh sepereti pada bulan Ramadhan.

Kapan dan tanggal berapa kita harus puasa pada bulan Rajab? Tidak ada aturan khusus. Cara Mengerjakan Puasa Bulan Rajab tentu saja  dilakukan pada Bulan Rajab pada kalender Islam dan tidak ditentukan hari atau tanggalnya, sehingga bisa dikatakan Puasa Rajab bisa dilakukan tanggal berapa saja, asal tidak dikerjakan selama satu bulan penuh karena pada intinya puasa rajab dilakukan di Bulan Rajab . Sama seperti puasa pada umumnya, puasa Rajab juga dilakukan dengan menahan makan, minum dan menahan hawa nafsu dari masuknya waktu imsak atau terbitnya Matahari sampai terbenamnya Matahari. Sama persis dengan puasa-puasa pada hari dan bulan yang lain.

Baca juga : Doa Mustajab Nabi Musa ketika Kepepet Dikejar Fir'aun

Bagaimana niat puasa Rajab? Pada dasarnya niat adalah di dalam hati. Jadi misalnya anda tidak mengucapkan lafad niat puasa, tidak masalah. Namun untuk menuntun hati kita, kita bisa mengucapkan lafad niat puasa Rajab tersebut. Dibaca sebelum masuknya waktu imsak, atau boleh juga sesudahnya. Bahkan kalau sebelum pagi-pagi anda belum makan apa-apa dan niat mau puasa sunnah,  boleh saja. Yang harus dilakukan sebelum waktu imsak adalah kalau puasa wajib Ramadhan.

Bacaan Niat Puasa Bulan Rajab

  نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَجَبَ سُنّةَ للهِ تَعَالَى

Niat puasa Rajab dalam latin :

Nawaitu shouma syahri Rajaba sunnatan lillahi ta’ala


Inilah bacaan niat puasa Rajab dan juga cara mengerjakannya. Lakukan lah puasa ini dengan niat untuk mengikuti sunnah Nabi dan mencari ridho Allah semata. Dengan demikian akan ringan kita melakukannya, juga sebagai upaya untuk mempersiapkan diri kita menghadapi puasa Ramadhan yang akan datang dua bulan lagi. Semoga bermanfaat.
Read More »

Niat Doa Mandi Wajib Dan Cara Mandi Wajib Yang Benar

Khusus Doa - Salah satu syarat sahnya sholat adalah suci dari hadast, baik besar maupun kecil. Untuk hadast kecil bisa dihilangkan atau disucikan dengan cara berwudlu, sedangkan untuk hadast besar disucikan dengan mandi wajib atau mandi besar. Kadang orang menyebut dengan mandi junub juga atau mandi janabat. Semua sebutan itu sama, yaitu untuk menghilangkan hadast besar.
Adapun hal-hal yang menyebabkan seseorang berhadast besar adalah karena keluarnya mani, berhubungan suami istri, mati syahid, karena habisnya masa haid dan nifas, juga karena melahirkan (wiladah) dan karena meninggal (mati).

Niat Doa Mandi Wajib Dan Cara Mandi Wajib Yang Benar


Bagaimana cara mandi wajib atau mandi besar yang benar? Yang perlu diketahui terlebih dahulu  adalah bahwa air yang digunakan haruslah air yang suci dan mensucikan. Dan ukurannya harus lebih dari ‘dua kulah’ dalam bahasa fiqh, yang jika diukur kira-kira 60cm persegi. Ini untuk menjaga agar air tersebut tetap memenuhi syarat suci mensucikan. Sebab jika airnya kurang dari itu dan cipratan air basuhan kita masuk lagi, air itu bisa jadi air mustakmal. Yang paling aman adalah dengan menggunakan pancuran atau shower.

Baca juga: Doa Ketika Mau Bepergian atau Perjalanan Jauh

Ada 3 rukun atau fardhunya  mandi wajib yang harus dipenuhi, yaitu:

1. Niat.

Niat ini dibaca dalam hati pada saat mulai membasuh bagian manapun dari tubuh.

Lafadz Niat Mandi Besar adalah:

نَوَيْتُ الغُسْلَ لِرَفْعِ الحَدَثِ الأَكْبَرِ فَرْضًا للهِ تَعَالَى

NAWAITUL GHUSLA LIRAF'IL HADATSIL AKBARI FARDHAN LILLAAHI TA'AALAA.

Artinya:

"Aku berniat mandi wajib/besar untuk menghilangkan hadats besar fardhu karena Allah Taala."

2. Membasuh seluruh tubuh dengan air sampai rata termasuk serta rambut dan kulitnya harus terkena air juga.

3. Menghilangkan Najist jika ada yang menempel pada tubuh.

Sedangkan sunat-sunatnya mandi wajib  ada 5, yaitu:

  • Membaca Basmalah ("Bismillahir rahmaanir rahiim pada saat akan mulai mandi.
  • Berwudhu (sebelum mandi) seperti wudhu hendak sholat.
  • Membasuh (menggosok) badan dengan tangan sampai 3 kali.
  • Mendahulukan yang kanan dari pada yang kiri.
  • Muwalat, yaitu sambung menyambung dalam membasuh anggota badan.


Selain mandi wajib, ada mandi sunnat juga, diantaranya adalah :

  • Mandi ketika hendak Sholat Jumat.
  • Mandi ketika hendak Sholat Idul Fitri.
  • Mandi ketika hendak Sholat Idul Adha.
  • Mandi setelah sembuh dari penyakit gila.
  • Mandi ketika hendak melaksanakan ihram haji atau umrah.
  • Mandi setelah memandikan mayat.
  • Mandi seorang kafir setelah masuk islam.


Bagi orang  yang sedang berhadast besar, diharamkan untuk melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Mendirikan Sholat, baik shalat wajib / sunat.
  • Mengerjakan Thawaf (Thawaf rukun haji / sunat).
  • Menyentuh / membawa Al-quran.
  • Berhenti lama (berdiam di masjid) / Itikaf.

Itulah larangan-larangan bagi orang yang masih dalam keadaan berhadast besar dan belum melakukan mandi wajib. Karena itu penting mengajarkan kepada anak-anak kita yang sudah beranjak dewasa untuk mengetahui cara mensucikan hadast besar ini dan juga cara mandi wajib yang benar.


Demikian sedikit penjelasan tentang doa niat mandi wajib / besar dan cara melakukannya. Jika masih ada pertanyaan silahkan ditulis dikotak komentar. Semoga bermanfaat. 
Read More »

Doa Berbuka Dan Niat Puasa Sunah Senin Kamis Dalam Islam

Doa dan Niat Puasa Senin Kamis – Dalam Islam, selain puasa wajib pada bulan Ramadhan, terdapat juga puasa sunnat. Ada beberapa macam puasa sunat, diantaranya puasa 6 hari Syawal, puasa sunat Dawud, puasa sunat hari-hari putih dan tentu saja puasa sunat Senin Kamis.

Kali ini saya akan berbagi bacaan atau lafadz niat puasa senin kamis, yang merupakan puasa sunat populer di kalangan kaum muslimin. Puasa Senin Kamis adalah  salah satu puasa sunnah yang dilakukan setiap hari senin dan hari kamis, karenanya banyak orang yang mengatakan puasa sunah ini adalah puasa senin kamis.

DOA NIAT PUASA SENIN KAMIS

DOA NIAT PUASA SENIN KAMIS


Doa atau bacaan niat puasa hari Senin Kamissangat mudah. Bagi anda yang belum menghafalnya, tidak perlu khawatir karena disini kita akan belajar bersama menghafalkan bacaan niat puasa sunah senin dan kamis dalam bahasa arab, latin dan artinya secara lengkap.

Disamping  kita akan menghafalkan niatnya, disini saya juga akan sedikit memaparkan beberapakeutamaan dan manfaat berpuasa di hari senin dan kami. Adapun untuk bacaan doa niat puasa sunah senin kamis adalah sebagai berikut :

Bacaan Arab Niat Puasa Sunah Hari Senin

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً للهِ تَعَالَى

Latinnya:

NAWAITU SAUMA YAUMAL ITSNAINI SUNNATAN LILLAHI TANA’ALA

 Artinya :

Saya niat puasa hari Senin  sunnah karena Allah ta’ala.

Sedangkan untuk  bacaan niat puasa senin kamis pada hari  kamis, bacaannya adalah sebagai berikut:

Bacaan Niat Puasa Sunah Hari Kamis

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً للهِ تَعَالَى

Latinnya:

NAWAITU SAUMA YAUMAL KHOMIISI SUNNATAN LILLAHI TAA’ALA

 Artinya :

Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah ta’ala.

Itulah bacaan lafadz niat puasa sunnah Senin dan Kamis dalam bahasa arab, latin dan artinya. Silakan teman-teman baca berulang-ulang kali untuk menghafalkannya.

MANFAAT DAN FADHILAH PUASA SENIN KAMIS

Semua ibadah yang dianjurkan oleh Rasulullah untuk dilaksanakan pasti memiliki hikmah tersembunyi  yang kadang kita tidak tahu. Seperti halnya Puasa sunah Senin Kamis memiliki manfaat dan fadhilah yang sangat banyak. Kenapa Nabi menganjurkannya? Ternyata, hari senin dan hari kamis merupakan hari yang di dalamnya memiliki keistimewaan dan keutamaan tersendiri. Diantaranya yaitu, segala amal perbuatan manusia pada hari senin dan kamis di periksa oleh malaikat.


Rasulullah SAW bersabda  yang artinya :

“ Segala amal perbuatan manusia pada hari Senin dan Kamis akan diperiksa oleh malaikat, karena itu aku senang ketika amal perbuatanku diperiksa aku dalam kondisi berpuasa.” (HR. Tirmidzi).

Disamping itu ada keistimewaan lain yang dimiliki oleh puasa sunnah senin kamis.Keistimewaan ini diberikan oleh Allah SWT. Bagi setiap umat muslim yang mau mengerjakannya , Allah SWT akan memberikan pahala puasa secara langsung kepada yang mengerjakannya. Seperti yang telah diterangkan oleh Allah SWT dalam hadits Qudsi-Nya:

“ Puasa itu milik-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Dan kebaikan itu akan dilipatgandakan sebanyak 10 kali lipat”. (HR. Bukhari dan Abu Daud).

Dalam hadist diatas , maksud dari "Puasa" yaitu puasa secara umum, baik puasa wajib maupun puasa sunnah. Tidak terkecuali puasa sunnah senin kamis ini.

Karena itu  kita umat Islam sangat dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah di kedua hari tersebut, yaitu puasa sunnah hari senin dan hari kamis. Apakah teman-teman sudah melaksanakannya? Semoga dengan adanya sedikit ulasan tentang manfaat dan keutamaan puasa senin kamis ini dapat membuka hati para pembaca semua untuk menjalankannya.

Demikian tulisan tentang niat doa puasa Senin dan Kamis yang bisa  saya sampaikan, termasuk manfaat dari puasa Senin Kamis, semoga ada manfaatnya bagi pembaca sekalian.

Lalu bagaimana bacaan doa Berbuka puasa Senin Kamis? Sebenarnya tidak berbeda dengan bacaan doa berbuka puasa pada umumnya. Dan berikut adalah lafadz doa berbuka puasa senin kamis dalam bahasa arab, latin dan terjemahannya

 اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Latinya:

Allaahumma laka shumtu wa 'alaa rizkqika afthartu, dzahabazh zhoma-u wabtallatil 'uruuqu watsabatal ajru, insyaa Allaah.

 Artinya :
“Ya Allah hanya untuk-Mu aku berpuasa & dengan rezki-Mu aku berbuka. Telah sirna dahaga, urat-urat telah basah & pahala telah tetap insya Allah Ta’ala”


Demikian bacaan doa berbuka puasa Senin Kamis dan juga niat puasa Senin Kamis. Silahkan diamalkan semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang diberi kekuatan untuk mengamalkannya. Amin
Read More »